TEMPO.CO, Tasikmalaya - Profesi sebagai tukang ojek, lazimnya dijalani oleh kaum Adam. Namun di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ada seorang wanita yang berprofesi sebagai tukang ojek. Dia bernama Ade Cita, warga Kampung Cibuyut, Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Usianya baru 32 tahun. Ade sudah ngojek sejak tahun 1998, atau saat usianya baru 15 tahun. "Saya tidak melanjutkan sekolah ke SMA. Lalu saya bantu-bantu orang tua dengan berjualan kue bikinan tetangga. Jualan kecil-kecilan," kata dia saat ditemui di rumahnya, Ahad, 21 April 2013. Sambil jualan, Ade belajar mengendarai sepeda motor milik bapaknya. Setelah bisa, dia berinisiatif menjadi tukang ojek. Dia menggunakan sepeda motor bapaknya, jenis Honda buatan tahun 1970, untuk mengojek. "Dulu saya mangkal, tapi sekarang punya langganan sendiri," ucap dia. Awalnya, hanya tetangganya saja yang menjadi langganan ojek. Kini sudah banyak pelanggan dari luar kampungnya yang biasa diantar ...
Postingan
Menampilkan postingan dengan label News
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak (sidak) persiapan pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama di wilayah Jakarta Utara. "Pada pagi hari ini, saya berharap ujian nasional untuk SMP dapat dilaksanakan dengan lancar. Kita doakan semoga anak-anak bisa mengerjakan soal-soal UN dengan baik," kata M. Nuh ketika melakukan sidak di SMP Negeri 30 Kecamatan Koja di Jakarta Utara, Senin. Mendikbud meminta pelaksanaan ujian nasional SMP itu dapat dikawal dengan ketat dan baik agar tidak ada siswa yang melakukan tindak kecurangan selama mengerjakan ujian. "Saya mohon agar pengawasan dapat dilakukan dengan seksama agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UN SMP ini," ujarnya. Dia memeriksa persiapan naskah soal ujian dan kesiapan pengawas di sekolah tersebut. "Saya juga mengucapkan terimakasih pada kepala sekolah, guru-guru, dan pengawas yang telah berusaha melaksanakan ...
UN TANPA BRAILLE, TUNA NETRA DIMINTA BERIMAJINASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jakarta - Masalah ujian nasional membuat pihak sekolah dan siswanya mencari alternatif solusi sendiri. Salah satu masalah adalah ketersediaan soal dan jawaban ujian nasional dalam bentuk huruf braille untuk siswa tuna netra. Untuk mengatasi ini Wakil Kepala Sekolah Bagian Hubungan Masyarakat SMAN 54 Jakarta, Ratna Irianti, meminta siswa tuna netra berimajinasi ketika menghadapi soal yang berupa gambar, simbol matematika, dan grafik. "Soal seperti itu susah dijelaskan, jadi kami minta dibayangkan saja," kata Ratna saat ditemui Tempo di SMAN 54 Jakarta, Kamis 18 April 2013. (Baca: UN, SMA 112 Tak Dapat Lembar Jawaban Braille ) Meskipun jumlah siswa tuna netra di SMAN 54 hanya satu, pendamping siswa tuna netra mengalami kesulitan saat menjelaskan gambar dan grafik sehingga membutuhkan waktu yang lebih dari seharusnya. Untuk mengatasi keterbatasan waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal, pihak sekolah mengurangi jumlah soal yang ada. "Bukan durasinya yang dikurangi, tap...